Watu Wawi (Batu Babi)
📅 02 August 2026
Ada Terjemahan
🇮🇩 Cerita Bahasa Indonesia
Dahulu kala, ada seekor babi besar yang sangat kuat dan cerdik. Babi ini berasal dari Waingapu. Suatu hari, para tetua adat di Waingapu memutuskan untuk memburu babi itu. Namun, babi tersebut sangat lincah dan pintar sehingga mereka tidak berhasil menangkapnya.
Babi itu berlari jauh hingga tiba di sebuah tempat bernama Anakalang. Para tetua adat dari Waingapu terus mengejarnya, dan tetua adat di Anakalang pun ikut membantu. Mereka memburu babi itu sepanjang hari, tetapi tetap saja babi tersebut tidak tertangkap.
Hari mulai malam, sehingga mereka beristirahat di Anakalang. Keesokan harinya, mereka melanjutkan perburuan. Babi itu terus berlari hingga ke Wanno Kaka. Tetua adat dari Wanno Kaka juga bergabung dalam perburuan ini, tetapi lagi-lagi babi itu tidak tertangkap.
Perburuan berlanjut dari Wanno Kaka ke Lamboya, lalu ke Kodi Bukambero. Meski telah bekerja sama, para tetua adat dari semua daerah tetap tidak bisa menangkap babi tersebut. Mereka terus mengejar hingga ke Loura, tetapi babi itu tetap berhasil melarikan diri.
Akhirnya, babi itu sampai di Mamboro. Para tetua adat di sana juga ikut memburunya. Babi itu kemudian lari kembali ke arah Loura, dan di sanalah mereka akhirnya berhasil mengepungnya. Namun, ketika mereka hendak menangkap babi itu dengan parang dan tombak, tiba-tiba babi tersebut berubah menjadi sebuah batu besar! Semua orang terkejut dan bingung. Mereka lalu duduk di bawah pohon Kesambi untuk berdiskusi tentang apa yang baru saja terjadi.
Setelah berdiskusi lama, mereka sepakat memberi nama batu itu Watu Wawi, yang artinya "Batu Babi." Mereka juga menamai padang luas di sekitarnya dengan nama yang sama: Watu Wawi.
Hingga kini, batu itu tetap ada sebagai kenangan akan babi ajaib yang berubah menjadi batu.